Pemerintah Dorong Riset Di TI, Agro, Dan Transportasi

Posted on 2012-1-12

JAKARTA: Pemerintah mendorong riset dan pengembangan industri dalam sektor teknologi informasi komunikasi (ICT), agro dan transportasi.

Menteri Perindustrian M. S. Hidayat mengatakan penelitan dan pengembangan dalam ketiga sektor tersebut merupakan fokus utama pemerintah samap 2025 berdasarkan Keputusan Presiden no. 28/2008.

"Tiga besar itu yang menjadi tujuan industri Indonesia di masa depan, ini harus didukung oleh suatu lembaga riset," katanya selepas menerima Komite Inovasi Nasional (KIN) di Kementerian Perindustrian, Kamis 12 Januari.

Hidayat mengatakan pertumbuhan industri manufaktur tidak akan bisa dipertahankan secara berkelanjutan jika tidak ditopang oleh inovasi-inovasi produk baru.

Oleh karena itu, Menperin mengharapkan KIN membentuk sebuah pusat riset nasional untuk mendorong inovasi dalam sektor industri di Indonesia.

Dana operasional pusat riset tersebut, tambahnya, bisa dibiayai bersama oleh pelaku industri dan pemerintah.

"Swasta akan didorong menyisihkan dana untuk [riset dan pengembangan] pemerintah, tapi tidak dikenai pajak (deductable) karena digunakan untuk riset," katanya.

Hidayat mengatakan saat ini KIN bertugas mengkaji bagaimana pusat riset tersebut bisa terintegrasi dengan berbagai lembaga riset pemerintah maupun swasta yang sudah ada saat ini.

Sebelumnya, peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Erman Aminullah mengungkapkan dana R&D di Indonesia pada 2010 hanya 0,08% dari produk domestik bruto nasional dan 85% dari realisasi dana tersebut merupakan aktivitas yang menggunakan anggaran pemerintah.

Belanja riset dan pengembangan industri swasta Indonesia, menurut dia, hanya sekitar Rp800 miliar atau 0,0013% dari PDB nasional sepanjang 2010.

Data lain dari Riset Biro Ekonomi Bank Indonesia menyatakan 78% dari perusahaan di Indonesia memiliki tingkat inovasi rendah, 20% bertingkat inovasi rendah dan hanya 2% yang bertingkat inovasi tinggi.

Penelitian tersebut berdasarkan survei pada 29.469 perusahaan berdasarkan penggunaan teknologi, jumlah tenaga ahli serta alokasi anggaran untuk riset dan pengembangan.

Data Badan Pusat Statistik menyatakan produk industri teknologi rendah merupakan 67% dari ekspor industri manufaktur Indonesia, mencapai US$52.727,81 juta.

Adapun industri teknologi tinggi hanya menyumbangkan US$9.029,67 juta atau sekitar 12% dari ekspor industri manufaktur pada 2010. (ea)

 

Image Gallery

Read more

Contact Us

 

Address: Jl. Masjid Al'Wustho No. 59 Pondok Bambu, Jakarta 13430
Telephone: +62 21 86612477
FAX: +62 21 86612477
Mobile: 6281310417546
E-mail: rudiono@aipi-sepeda.or.id